kecewa
Oke.
jadi kalian kecewa sama teman kalian karena kalian merasa semua
kebaikan yang kamu beri kepada mereka tak mendapat timbal balik?
Kalian kecewa karena bantuan yang kalian beri kepada mereka
tak mendapat penghargaan sama sekali, bahkan sekadar terima kasih?
Atau mungkin kesetiaan yang kalian persembahkan pada kawan
kalian itu rupanya terbalaskan dengan sebuah penghianatan? Loh katanya best friend forever? Beneran? Perasaan kalian
aja kali, mereka nggak.
Eits. Jangan emosi dulu dan jangan ngedumel mulu.
Sebelum kalian kecewa dan merasa kesal terhadap teman kalian
itu, coba tanya pada diri masing-masing dulu. Buat apa sih kalian mau
repot-repot bantuin temen kalian itu? Karena mereka sedang butuh bantuan atau
terpaksa karena kalian saat itu paling dekat dengan mereka atau mungkin sekadar
mengkode teman kalian agar mereka
menyadari keberadaan kalian? Hayo ngaku yang mana..
Dear readers yang budiman,
Kalo kata ustad-ustadzah luar biasa yang pernah aku tau,
kunci kebahagiaan adalah ketenangan jiwa..
:v “lah kita kan ga lagi bahas kebahagiaan cuy”
😉 “bentar dong ay, belum selese nih..”
😉 “bentar dong ay, belum selese nih..”
Tapi bagaimana kita bisa mendapat ketenangan jiwa itu?
Yak pertanyaan yang bagus sekali.
Caranya ialah dengan menyerahkan semuanya dan berharap
sepenuhnya hanya kepada Allah SWT. 😊
Jika kita telah berharap sepenuhnya kepada Allah, itu
berarti kita tak lagi berharap kepada makhluk Allah.
:v “ngomong apasih cuy?”
Maksudnya adalah bahwa kita senantiasa mengharakapkan ridho
Allah atas segala sesuatu yang kita lakukan. Kita tak akan mengharap rasa
terima kasih dari kawan kita setiap kali kita membantu mereka karena kita hanya
mengharap ridha Allah atas itu. Dengan hanya mengharap ridha Allah, maka
bantuan yang kita berikan pun pastinya bantuan yang terbaik dan dengan hati
yang paling ikhlas. Dan karena sudah mengharap ridha Allah, kita tak lagi
mengharap bahkan sekadar rasa terima kasih dari orang yang kita bantu. Kita membantu
orang lain hanya karena Allah, melalui ajaranNya, yakni Islam, menganjurkan
kita untuk senantiasa membantu dan meringankan beban satu sama lain. Titik.
:v “trus hubungannya sama ketenangan jiwa yang lu sebut tadi
apa cuy?”
😉 “kamu di postingan ini banyak nanya ya,
nyir, seneng deh.”
Nah, jika segala perilaku kita semuanya didasarkan hanya
karena Allah, maka InshaAllah jiwa kita akan senantiasa terisi dengan
ketenangan. Misal nih, kita udah repot-repot nolong temen kamu yang lagi
kesusahan, eh, pas ketemu lagi dianya malah melengos bahkan dia belum
mengucapkan ‘Terima Kasih’. Kalau kita membantunya ikhlas karena Allah dan
hanya ingin meringankan bebannya, maka itu bukanlah masalah bagi kita karena
tujun kita untuk membantu dia InshaAllah sudah tercapai. Masalah dia belum
mengucapkan terima kasih atau melengos saat bertemu, itu menjadi urusan dia
sama Allah, yang penting kita selalu ramah padanya, karena Allah suka dengan
orang yang baik hati dan tidak sombong😊 kan enak kalo hati tenang seperti itu.
Beda lagi kalo tujuan kita nolongin temen itu ialah supaya
kita dinilai baik atau supaya dia mau berteman sama atau alasan-alasan
melenceng lainnya. Melihat dia melengos saat ditemui seperti itu ya hati mana
yang ngga dongkol. Pasti kesel. Pasti nyesel udah pernah bantuin dia. Pasti sampe
rumah kita ngomel-ngomel sendiri. Emang enak di PHP*-in ? lagian yang ngasih
harapan siapa pula?
Kemudian kalau masalah penghianatan. Insha Allah kita tidak
akan mempermasalahkan penghianatan kalau tujuan utama kita berteman (berteman
loh yaa, bukan lebih dari itu..) ialah karena Allah senang dengan orang-orang
yang menjalin silaturahmi. Nah kalau kawan kita itu ternyata dengan sadar
memutus tali silaturahmi itu, asal kita sudah berusaha mengingatkan dan
mencegahnya, kita tak perlu bersedih karena di dunia ini tak ada yang tak
tergantikan, kita harus percaya sama Allah bahwa apapun yang Allah ambil dari
kita, pasti Allah ganti dengan yang lebih baik. Dan masalah kawan kita itu
biarlah menjadi urusannya sama Allah. Kita doakan saja yang terbaik buat dia. Chill. Everything will be okay.
Dengan memiliki hati seluat lautan, maka hati kita pun akan
setenang samudera (kalo ngga lagi badai).
Chill guys, chill.
Okeey terima kasih sudah baca postingan ini sampai akhir. semoga
membawa manfaat, karena Allah suka dengan orang-orang yang banyak membawa
manfaat bagi orang lain. Semoga postingan selanjutnya bisa lebih bermanfaat.
Aamiin
*PHP = Pemberi Harapan Palsu

Komentar
Posting Komentar