Cahaya dalam Kegelapan

Assalamualaikum..
Kepada readers yang budiman dan yang terhormat, mohon maafkan saya karena sudah dua minggu saya belum posting. Khususnya untuk Bang Ardes, saya mohon maaf karena ternyata saya belum bisa mengatur waktu yang saya miliki dengan baik, sehingga saya terlambat memposting selama dua minggu:(

Sebenarnya saya ingin membagikan banyak cerita disini. Tetapi saya khawatir apakah cerita saya nanti bisa mengandung manfaat bagi para readers yang budiman atau hanya akan berakhir sebagai curhatan belaka.

Well, jika readers ingin tahu, dua minggu yang lalu, atau minggu kedua di bulan Oktober, ialah salah satu minggu yang paling sibuk yang pernah saya hadapi. Di minggu tersebut, saya diharapkan untuk turut berkontribusi dalam membantu berlangsungnya tiga acara. Yang pertama lomba teater kelas, yang notabene dalam teater tersebut saya bertidak sebagai koordinator perlengkapan. Lomba ini akan dilangsungkan di hari Sabtu. Yang kedua, saya merupakan salah satu anggota tim dekorasi Rumah Budaya dari organisasi daerah saya untuk Festival Budaya dan Nusantara yang akan dilaksanakan pada hari Minggu. Kemudian sebagai anggota magang di Organisasi Rohis di kampus, saya diharapkan dapat membantu dalam persiapan kajian di hari Minggu. Alhamdulillah kakak tingkat saya tidak memberi saya tugas yang terlalu berat. 

Selain di bidang non akademis diatas, ternyata Allah juga memberi saya banyak kejutan di bidang akademis. di Hari Senin, dosen agama Islam kami menugaskan saya dan tiga orang teman saya dari kelompok agama untuk menyiapkan presentasi yang harus ditampilkan pada hari Jumat. Hari Selasa, kelas kami sudah harus mengerjakan PR pengantar akuntansi sebanyak 23 soal atau sekitar 3-4 halaman soal. Itu baru soalnya cuy. Alhamdulillah saya bisa mengerjakannya walaupun belum seluruhnya, paling tidak saya sudah lumayan paham apa yang menjadi pokok pembahasan bab tersebut. Di hari Rabu, kami harus bangun pagi-pagi karena ada kuliah umum. It wasn't a big deal. But. There was a tragedy. An Embarrassing one. For me. And only for me. I fell asleep. Embarrassingly. That's all I can tell. Kemudian hari Kamis, kami mendapat pr statisika, yang saya belum seberapa paham topiknya, yang harus dikumpulkan di hari Jumat keesokan harinya. Tak hanya itu. Di hari yang sama, saya dan tiga orang teman saya yang tergabung dalam satu kelompok tugas Pengantar Ilmu Ekonomi, mendapat kabar yang kurang membahagiakan. Tugas presentasi yang telah kami kerjakan selama beberapa minggu, ternyata salah. Iya salah. Dosen kami sendiri yang mengatakannya. Padahal hari Selasa minggu berikutnya kami harus tampil untuk mempresentasikan tugas kami. Hari Jumat saya kelompok matkul agama saya maju untuk presentasi, Alhamdulillah tugas yang baru selesai jam 11 malam kemarin ini terlaksana dengan baik. Lalu sepulang kuliah, saya harus membuat dan menyiapkan beberapa perlengkapan lomba teater yang belum siap hingga sekitar jam 10 malam. Setelah itu saya berkumpul dengan organisasi daerah saya, Himasurya, untuk membantu dekorasinya yang Alhamdulillah sudah hampir selesai saat saya datang :) What a week !

Daaan di akhir minggu, ternyata Allah masih memberi saya kejutan. Alhamdulillah tim teater kelas kami tampil dengan sangat mengagumkan--paling tidak menurut saya--dan Alhamdulillah lagi kami juara dalam lomba tersebut. Yeay. Keesokan harinya saya bangun pagi-pagi sekali untuk membantu menyiapkan acara kajian tentang kepenulisan yang diadakan oleh organisasi rohis kampus. Tadinya saya berniat untuk membantu menyiapkan dekorasi organda saya untuk Festival Budaya dan Nusantara yang diselenggarakan di hari dan jam yang sama. Tapi saya pikir disana sudah banyak yang membantu sehingga saya lebih memilih acara dari organisasi rohis. Lagipula jika saya ikut menyimak materi kajiannya kan saya juga dapat mencuri ilmu dari sana. Tak disangka ternyata pembicara kami merupakan seseorang yang luar biasa. Setelah kajian tersebut selesai, saya kembali membantu untuk menyiapkan acara kelas memasak yang merupakan bagian dari rangkaian acara kajian sebelumnya. Sore harinya, saya menghadiri kuliah perdana Forum Halaqah Quran untuk belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Tapi dari minggu yang hectic tersebut, saya belajar beberapa hal. Yang pertama, semakin terlihat jelas bahawa saya kurang mampu untuk mengatur waktu yang saya miliki. Saya menyadari bahwa waktu saya itu sebenarnya cukup dan sangat cukup untuk diisi dengan banyak hal yang produktif. Hanya saja saya belum mampu untuk mengaturnya. Terbukti dengan tidak tuntasnya saya mengerjakan beberapa hal, seperti memposting blog. Cobaan terbesar saya adalah HAPE. Iya hape, alat komunikasi yang menjelma menjadi salah satu barang primer di zaman serba digital ini. Entah mengapa sekali saya memegang hape, rasanya susah sekali untuk melepaskannya #ea. Bukan bukan, saya bukan sedang menggombal, tapi memang itulah faktanya. Padahal apa yang saya lakukan dengan  hape saya itu belum tentu berfaedah, seperti stalking Instagram, scrolling timeline Line, atau membahasa sesuatu yang kurang bermanfaat di grup chat. I feel like, I could have done so much more. Okey akan saya jadikan itu sebagai evaluasi diri. Semoga saya menjadi lebih baik untuk kedepannya.

Kedua, saya bisa mengenal orang-orang baru which is my favorite part. Saya senang sekali bertemu dan mengenal orang-orang baru, berbincang dengan mereka, mengenal karakteristik mereka, I dont know why but rasanya seperti menemukan kepingan baru dari mozaik raksasa yang biasa kita sebut sebagai kehidupan dunia. Dunia ini begitu luas dan indahnya, tak mungkin saya bisa menggapai setiap jengkal dunia ini walaupun saya menghabiskan seluruh hidup saya. Tetapi dengan bertemu dan mengenal orang-orang baru, dengan latar belakang, karakteristik dan cerita yang beragam, saya serasa dapat mengintip secercah kehidupan di luar sana yang belum pernah saya kunjungi. Dan sebagai bonus, Allah mempertemukan saya dengan salah satu penulis favorit yaitu mbak Nadhira Arini, yang mana dia adalah pengisi kajian kepenulisan di kampus kami. Cihuy. She's such a beautiful and amazing woman. Mbak Dhira itu seseorang yang sangat ramah dan talkative.

:v "ya iyalah cuuy, kalo ga talkative emang mau ngisi kajian lewat telepati?!"
:) "Ngga nyir, maksudnya tuh dia itu mampu gitulo menyegarkan suasana walaupun yang dateng kajian ngga seberapa. Dia asik banget pokonya, nyir."

Dan yang ketiga, saya semakin yakin dengan janji Allah bahwa bagaikan cahaya dalam kegelapan, dalam setiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Beberapa kali saya pernah membuktikan hal ini, dan dalam minggu saya yang luar biasa tersebut, dalam benyaknya kesulitan yang saya hadapi, banyak juga kemudahan bahkan bonus yang seperti saya katakan tadi yang diberikan oleh Allah kepada saya. Seperti, yah, saya bisa dengan mudah memhami topik matkul Pengantar Akuntasi, beberapa tugas kuliah terselesaikan dengan mudah, kami menjadi juara lomba teater, saya mendapat ilmu dan pengalaman, dan pokoknya banyak deh. Saya sangat bersyukur akan hadirnya Allah dalam setiap milisekon kehidupan saya. Intinya, dalam keadaan apapun, baik senang maupun sedih, percayalah, sekali lagi, percayalah, bahwa Allah selalu ada buat kita. Jika kita sedang senang, jangan lupa untuk selalu bersyukur. Dan jika kita sedang sedih atau berada dalam titik terendah dalam kehidupan kita, jangan putus asa, tetaplah berjuang and stay positive cause Allah is always with you.

Komentar