Apa Yang Akan Terjadi Pada Dunia Ketika Kamu Mati?

Tidak ada. Orang tuamu mungkin akan bersedih selama beberapa bulan, setelah itu mereka perlahan-lahan akan merelakanmu. Kekasihmu mungkin tak akan bisa tidur selama  beberapa minggu, namun setelah itu ia akan menyadari bahwa sampai kapanpun ia terjaga, ia tak akan bisa melihatmu lagi, setelah itu ia akan kembali tidur nyenyak. Dan teman-temanmu mungkin juga akan menyesali kepergianmu selama beberapa hari, setelah itu tumpukan tugas pasti dengan mudah akan mengalihkan kesedihan mereka. Lagipula kamu bukan satu-satunya kawan mereka kan? Dan jika kamu adalah seorang selebriti, fans-fansmu mungkin akan terguncang akan kepergianmu, beberapa mungkin akan melakukan percobaan bunuh diri, namun itu tak akan berlangsung lama, setelah itu mereka  akan menemukan idola baru lagi.

Di luar itu,  semuanya berjalan seperti biasa. Roda perekonomian tetap berputar. Proses belajar mengajar di sekolah dan unversitas juga tetap akan berlangsung selama itu bukan hari libur. Aktivitas politik para pemimpin negeri ini yang terkadang disertai dengan perebutan kekuasaan juga tetap terjadi. Dan yang pasti dunia tidak akan berhenti berputar hanya karena kematianmu.

Pada akhirnya kita bukanlah siapa siapa di dunia ini. Kita akan semakin terlupakan seiring berjalannya waktu. Jika begitu saja lalu untuk apa kita hidup di dunia ini? Thats the point.

Saya tidak akan menjelaskan mengenai filosofi kehidupan yang begitu rumit. Karen otakbaaya belum secanggih itu.  Jika ingin tahu, kalian bisa cek video video dr. Zakir Naik.

Sekarang pertanyaannya, ketika kita tahu bahwa sekeras apapun kita bekerja dan sebaik apapun kita membangun relasi yang pada akhirnya tak ada satu satupun yang mau menemani kita di alam kubur, apakah itu berarti kehidupan kita berlalu dengan sia-sia? Tergantung bagaimana kita memaknai kehidupan ini.

Kehidupan ini lebih dari sekedar mendapat uang dan punya banyak relasi. Agar kelahiran kita tak sekedar menambah populasi manisia di dunia dan menjadi beban pemerintah setempat, ada baiknya kita mengisi kehidupan kita dengan hal hal yang berfaedah. Tak perlu yang muluk muluk.  Kita bisa mulai dengan belajar meringankan pekerjaan orang lain seperti mencuci piring setelah makan untuk membantu pekerjaan ibu,  membuang sampah pada tempatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan, berbagi bekal dengan teman, dan banyak hal kecil lainnya yang bisa kita jadikan ladang pahala. Motivasi keinginan membantu juga bisa kita terapkan dalam melaksanakan pekerjaan kita sendiri, seperti misal kita adalah mahasiswa yang belajar mengenai pengelolaan keuangan negara,  maka niat kita dalam belajar adalah agar kita bisa menjadi seorang pejabat pengelola keuangan negara yang profesional, apa jadinya negara ini jika pengelola keuangannya bekerja dengan seenak hatinya? Hal yang sama juga busa diterpakan pada pekerjaan dan studi lainnya karena saya yakin setiap pekerjaan yang halal memiliki perannnya masing-masing dalam masyarakat.  Jika kita terus menanamkan motivasi ingin membantu dalam diri kita,  maka InshaAllah kehidupan kita akan lebih berfaedah dan bermanfaat bagi orang lain, sehingga kelahiran kita ini paling tidak ada gunanya hehe. Lebih lagi jika kita melakukan sesuatu yang memiliki dampak dalam jangka panjang dalam masyarakat seperti membangun rumah ibadah,  membangun lembaga pendidikan,  menjadi seorang pengajar, atau menjadi pencetus suatu sistem ketatanegaraan, atau sekedar menjadi suri tauladan yang baik bagi lingkungan sekitar. Dengan begitu kita masih terus meninggalkan manfaat meskipun tubuh kita perlahan-lahan habis oleh mikroorganisme pengurai di dalam tanah.

Komentar