Fenomena Kids Jaman Now

Akhir akhir ini marak banget istilah Kids Jaman Now. Pertama kali saya menemukan istilah ini di salah satu meme yang tersebar di salah satu media soisal  milik saya, lama-kelamaan istilah ini naik daun menjadi istilah yang kekinian. Bahkan istilah ini sudah berkembang menjadi istilah istilah lain yang sejenis, seperti orangtua jaman now, kids jaman old, student jaman now, dan berbagai istilah kreatif jaman now lainnya.

Kalau saya pehatikan, istilah Kids Jaman Now identic dengan tingkah polah anak-anak jaman sekarang yang nyeleneh yang katanya tidak pernah dilakukan anak-anak jaman dulu. Memang sih, kelakuan anak-anak jaman sekarng suka bikin geleng – geleng kepala. Dengan semakin majunya teknologi, seperti televisi, internet, dan media sosial, mereka mengalami proses pendewasaan yang lebih cepat. Maksudnya mereka meakukan hal-hal yang belum seharusnya mereka lakukan, yang seringsaya temui yaitu pacaran. Entah mengapa pacaan seolah menjadi suatu kebutuhan khusus yang yang wajib dipenuhi oleh kebanyakan anak-anak jaman sekarang, bahkan oleh anak-anak SD sekalipun. Okelah menyukai lawan jenis merupakan fitrah manusia. siapa sih yang seneng liat cewe cantic? Siapa sih yang ngga seneng liat cowo ganteng? tapi anak-anak jaman sekarang, astagaaah, mereka terlalu menganggap hal itu sebgai sesuatu yang serius. Liat cewe cantic dikit, pengen macarin. Liat cowo ganteng dikit, digebet. Ntar kalo ga sengaja senggolan di jalan jadi baper (bawa perasaan), malemnya kepikiran, bayangin yang macem-macem, terus ngestalk media sosialnya, yang tadinya mau belajar jadi males. Abis itu tiba-tiba jadian. Kalo putus pada galau, bikin status yang sedih-sedih, sampai pernah saya temui salah satu video selfie seorang anak kecil, seumuran kelas 5-6 SD, yang tengah menangis dengan latar belakang music sedih dari sebuah band yang lagi naik daun. Kalau didengar dari musikya sih, sepertinya itu anak abis di selingkuhin sama pacarnya. Astaghfirullah, faedahnya apaaa?

Kalau ditelusuri apa yang membuat Kids Jaman Now menjadi Kids Jaman Now yang seperti saya contohkan diatas, hal tersebut bermula dari meniru. Siapa yang mereka tiru? Tentu saja remaja serta orang dewasa jaman now, siapa lagi? Anak-anak melihat dan meniru. Di rumah, orangtua mereka menonton sinetron dengan efek dramatis yang luar biasa di lebih-lebihkan. Orang tua jaman sekarang juga tak segan memfasilitasi anak-anak mereka yang masih di bawah umur dengan ponsel pintar terkini, sebagai alat bantu komunikasi sekaligus ingin menyenangkan hati anaknya katanya. Namun tanpa pengawasan langsung dari orangtua, ponsel tersebut bisa balik menjadi peluru bagi mereka. Melalui ponsel pintar tersebut anak mengenal game yang memabukkan, bosan bermain game, mereka belajar mengenai internet, melalui internet dan pengaruh lingkungan sekitar, anak-anak mulai merambah dunia media sosial sebelum cukup umurnya. Melalui media sosial tersebut mereka melihat unggahan foto mesra para remaja bersama teman lawan jenisnya dan juga para pengantin baru. Dengan bekal pengetahuan dari sinetron dramatis yang sering mereka tonton, mereka mulai menganggap kalau punya pacar itu keren, enak, ada yang merhatiin, ada yang muji, pokoknya jadi merasa makin cakeplah.

Karena mindset mereka pacarana itu keren, maka kid jaman now pun berlomba-lomba buat cari pacar. Hmm. Cara gimana? Media sosial adalah senjata paling ampuh. Di media sosial, mereka bisa dengan bebas mengekspresikan diri mereka. Mereka mengunggah foto-foto terbaik mereka dengan gaya paling menggoda, dengan angel paling pas, dan pencahayaan yang paling terang. Plus editan paling pro. Semua itu demi apa? Pujian dan perhatian. Bagus kalau respon terhadap foto-foto itu positif semua. Kalo misal ada satu aja yang ngga terima dan bilang jelek, jadilah musuhan di medsos, saling hujatlah, bilang cantiknya editanlah, oplas lah, padahal antar yang dihujat dan yang menghujat sama aja. Akhirnya kalo ketemu di dunia nyata, timbullah civil war. Maigat.

Sehingga kenyelenehan perilaku Kids Jaman Now bukanlah murni kesalahan mereka. Anak-anak itu tak mungkin melakukan hal-hal tersebut kalau tidak ada contohnya terlebih dahulu. Sekarang, tugas kita sebagairemaja jaman now yang baik dan benar serta peduli, adalah introspekdi diri. Apakah kita sudah mencontohkan perilaku yang baik bagi adik-adik kita? Penghuni media sosial saat ini bukan hanya remaja dan orang dewasa jadi ada baiknya jika kita mengontrol isi dari media sosial kita dengan menghapus foto-foto mesra dengan pasangan dan menggantinya dengan konten-konten yang mendidik. Bagi orang tua juga sebaiknya melakukan pengawasan dan pendidikan mengenai internet dan media sosial terhadap anak-anak. Dan juga awasi tontonan anak-anak di rumah.

Komentar